KULTUM SYAWALAN

Oleh : Neyza Zuli Astuti

Tema :” PEMAAF”

                            اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Audzubillahimasyaitonirrojim
Bissmilahorrahmanirrahim… Ass.Wr.Wb…

Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin washsholaatu wassalaamu’ alaa asyrofil anbiyaa-i wal mursalina, wa-‘alaa aalihi washohbihi ajma’iina.” amma ba’du.

Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat,taufik serta hidayahnya sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang mulia ini ..

Shalawat serta salam tidak lupa kita hanturkan kepada junjungan alam presiden dunia Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang yakni addinul islam.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia pada suatu pergaulan kadang-kadang terjadi kesalahan atau kekeliruan, baik disengaja maupun tidak disengaja, dan menyebabkan hubungan mereka tidak harmonis. Oleh karena itu, agama Islam memberikan tuntunan tentang maaf-memaafkan. Menurut ajaran Islam, orang yang bersalah, baik kesalahan itu disengaja maupun tidak disengaja apabila orang tersebut mau meminta maaf, maka ia termasuk orang yang baik. Begitu juga dengan orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain.

Firman Allah SWT.,
“…Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Q.S An Nur : 22)
Dan Q.s al a’raf : 199
“Jdilah engkau pemaaf dan suruhlah orang yang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”

Dapat disimpulkan, bahwa Allah memerintahkan kepada kita melakukan tiga hal, anatara lain:

1. Bersikap pemaaf
Apabila orang lain berbuat kesalahn pada diri kita, maka kita harus memaafkan perbuatan atau tingkah lakunya (kesalahn mereka).
2. Menyuruh manusia berbuat makruf
Bilamana ada orang yang berbuat atau melakukan perbuatan tercela, kita harus dapat memberikan teguran dan sekaligus menunjukkan perbuatan yang baik.
3. Menjauhkan diri dari orang yang jahil
Berusaha menjauhkan diri dari orang-orang yang bersikap kasar dan suka berbuat keonaran dan sulit untuk disadarkan.

Memaafkan itu sangatlah peting! Seperti contoh ketika Nabi sedang berjalan, beliau bertemu dengan seorang suku Badui. Orang Badui itu menarik selendang beliau dengan keras sehingga leher beliau menjadi merah. Setelah itu, orang Badui itu berkata, “Hai Muhammad, berilah harta Allah yang ada padamu itu!.” Beliau memandang orang itu sambil tersenyum, dan permintaan orang Badui itu dipenuhinya.
Perbuatan Nabi tersebut menjadi pelajaran bagi kita. Dapat disimpulkan bahwa orang yang telah berbuat kasar dan zalim tidak mesti dibalas dengan kekerasan pula. Kita sebagai umat Islam harus berjiwa besar dan berlapang dada dan juga kita harus menyadari pula bahwa memaafkan kesalahan orang lain adalah sifat yang terpuji dan mulia.

Minta maaf kepada orang lain itu merupakan pekerjaan yang sangat berat. Akan tetapi, hal itu wajib dilakukan sebab kalau tidak, dosa terhadap manusia akan terbawa

csampai mati apabila belum saling memaafkan.

Kesimpulannya:

Dalam kehidupan, hendaknya kita dapat bersikap rendah hati dengan mau meminta maaf bila berbuat salah, berhati lapang atau ikhlas memaafkan kesalahan oranglain, baik diminta ataupun tidak diminta, dan bersikap bijaksana dengan mempertimbangkan seluruh perkataan atau perbuatan yang akan dilakukan. Jadilah orang yang pemaaf dan sabar, karena sikap pemaaf dan sabar akan membawa pada kemuliaan, kehidupan yang harmonis, dan senantiasa bersama Allah SWT.! Aamiin..

Demikian yang bisa saya sampaikan ..
Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua..
Jika ada kekurangan mohon dimaafkan, karna sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Sekian dan Terimakasih.. Wabillahitaufik Walhidayah..
Wassalamualaikum Wr.Wb

                            وَالسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Sambirejo,11 Juli 2018